Di tengah petang aku bertanya,
dengan malu-malu,
dengan lentera di sakuku,
yang masih menyala.
"Engkaukah langit jingga di ujung telaga?
Atau hanya semburat fatamorgana?"
Sedangkan aku menyusur setapak di bawah sini,
Terkadang berlari-lari,
mengejar kupu-kupu dari bunga mimpimu,
di antara ranting perdu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar