Hatiku selembar daun,
Melayang jatuh di rumput.
Nanti dulu,
Biarkan aku sejenak terbaring di sini.
Ada yang masih ingin ku pandang,
yang selama ini senantiasa luput.
Sesaat adalah abadi,
Sebelum kau sapu tamanmu setiap pagi.
Rabu, 28 Januari 2015
Manusia
Dibesarkan oleh embun, dituntun oleh angin, ditempa oleh hujan, dikuatkan dengan harapan. Lalu patah kembali menjadi tanah. Tak tersisa, selain tulisan yang akan engkau tinggalkan sebagai nisan. Entah abadi, entah terlupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar